Sistem Pangan Organik

Perkembangan sistem pertanian organik untuk proses produksi, penanganan, penyimpanan, pengangkutan, pelabelan, pemasaran, sarana produksi, bahan tambahan pangan dan bahan penolong sangat pesat.

Sistem Pangan organik merupakan sistem manajemen produksi yang holistik untuk meningkatkan dan mengembangkan kesehatan agroekosistem, termasuk keragaman hayati, siklus biologi, dan aktivitas biologi tanah. Pertanian organik menekankan penerapan praktek-praktek manajemen yang lebih mengutamakan penggunaan input dari limbah kegiatan budidaya di lahan, dengan mempertimbangkan daya adaptasi terhadap keadaan/kondisi setempat. Jika memungkinkan hal tersebut dapat dicapai dengan penggunaan budaya, metoda biologi dan mekanik, yang tidak menggunakan bahan sintesis untuk memenuhi kebutuhan khusus dalam system.  Di Indonesia, sistem pertanian organic telah distandarkan melalui Standar  Nasional  Indonesia  (SNI) No. 6729 : 2016 tentang Sistem Pertanian Organik.  Standar ini dapat diintegrasikan dengan standar organic lainnya seperti USDA, IFOAM, IMO dan lain-lain.

Pertanian organik merupakan salah satu dari sekian banyak cara yang dapat mendukung pelestarian lingkungan. Sistem produksi pertanian organik didasarkan pada standar produksi yang spesifik dan teliti dengan tujuan untuk menciptakan agroekosistem yang optimal dan lestari berkelanjutan baik secara sosial, ekologi maupun ekonomi dan etika. Peristilahan seperti biologi dan ekologis juga digunakan untuk mendiskripsikan sistem organik secara lebih jelas. Persyaratan untuk pangan yang diproduksi secara organik berbeda dengan produk pertanian lain, di mana prosedur produksinya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identifikasi dan pelabelan, serta pengakuan dari produk organik tersebut. Sistem pertanian organik dirancang untuk

1)     Mengembangkan keanekaragaman hayati secara keseluruhan dalam sistem;

2)     Meningkatkan aktivitas biologi tanah.

3)     Menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.

4)     Mendaur-ulang limbah asal tumbuhan dan hewan untuk mengembalikan nutrisi ke dalam tanah sehingga meminimalkan penggunaan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui.

5)     Mengandalkan sumber daya yang dapat diperbaharui pada sistem pertanian yang dikelola secara local.

6)     Meningkatkan penggunaan tanah, air dan udara secara baik, serta meminimalkan semua bentuk polusi yang dihasilkan dari kegiatan pertanian.

7)     Menangani produk pertanian dengan penekanan pada cara pengolahan yang baik pada seluruh tahapan untuk menjaga integritas organik dan mutu produk dan

8)     Bisa diterapkan pada suatu lahan pertanian melalui suatu periode konversi, yang lamanya ditentukan oleh faktor spesifik lokasi seperti sejarah penggunaan lahan serta jenis tanaman dan hewan yang akan diproduksi.

PT. Agro Teenera Prima memiliki sejarah keterkaitan dengan pengembangan sistem pertanian organik di Indonesia. Personil PT. Agro Teenera Prima terlibat aktif dalam menginisiasi dan menyusun Sistem Pertanian Organik, pernah terlibat dalam Otoritas Kompeten Pangan Organik, menjadi pembicara dalam pertemuan penyelarasan standar organik dunia dan memberikan penyuluhan penerapan sistem pertanian organik.

PT. Agro Teenera Prima membuka dan menawarkan layanan pendampingan penerapan sistem pertanian organic, baik oleh perusahaan nasional maupun kelompok tani sejak on farm sampai dengan industri pangan.